Skip to main content

Yang Terakhir

Yang terakhir

Seratus dari satu, bukan
Satu dari seratus..
Si perempuan datang ke tempat yang tinggi itu
Peluh keringat keluar dari badannya yang lesu, loyo, tapi kuat
Entah apa yang dicari
Cuma cerita yang beda dari biasa

Kini dia diantar dengan debu-debu
Melihat bintang-bintang di daratan yang tinggi itu
Melihat Ranu Kumbolo yang menyejukkan, ini surga..
Ada rasa yang bergejolak, tapi angin tetap melembut

Si perempuan itu
Penuh tanda tanya, apa?
Dia diam saja..tidak bicara..

Titik-titik terang di hitam dekat
Menghibur si perempuan
Ini mungkin yang terakhir

Tapi tetap kawan hibur

diterima tgl 6 September 2012

#KH

Comments

Popular posts from this blog

Berfikir Tentang Perubahan (dari Openmind)

Pren, kalo seandainya kamu adalah orang pintar (:p~), apa komentarmu kalo ngelihat ada teman sekolahmu yang dapat berita mendadak kalo di kampungnya ia ternyata punya harta warisan yang luar biasa banyaknya. Tanah yang luasnya berjuta-juta hektar dan subur. Peternakan di mana2 dan jumlah ternaknya pun buanyak. Tapi, lantaran dia nggak ngerti sama sekali cara ngelola itu warisan, dia pun bingung. Mendengar berita heboh ini, tentu saja banyak orang tergiur lalu menawarkan jasa ke temanmu tadi untuk mengelola semua warisannya. Tentu dengan imbalan. Kalian tentu pernah kan ketemu sama orang2 jenis kayak begitu. Yang kalo ngelihat ada orang berkocek tebal langsung deh pada nggerumutin. Nah, temanmu pun kemudian memilih salah satu penyedia jasa tadi. Dengan imbalan 90% laba kelola masuk ke koceknya, sedangkan 10% sisanya masuk ke kocek temanmu. Sejalan waktu, sang pengelola bilang ke temanmu bahwa dia butuh beli alat2 modern untuk mengelola warisan yang luas tadi agar lebih efisien....

Berlaku Pula Untuk Penentuan Idul Adha.

MELIHAT SABIT MENJELANG RAMADHAN (RU'YATUL HILAL) Antara Hisab, Rukyat, Rukyat Lokal dan Rukyat Global (Tulisan daur ulang) Pendahuluan Sebagaimana biasa, dari tahun ke tahun kedatangan bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, senantiasa disambut hangat oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Di bulan ini, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi setiap amal sholeh yang dikerjakan. Di bulan ini pula terdapat malam ‘lailatul qadar’ yang nilainya setara dengan seribu bulan. Subhanallah ! Namun sayang, di samping kegembiraan itu, kedatangan Ramadhan sampai saat ini masih saja menyisakan keprihatinan, mengingat ‘kebiasaan’ kaum muslimin untuk berbeda dalam mengawali dan mengakhiri Ramadhan seolah tak pernah terselesaikan. Yang lebih menyedihkan, sebagian umat Islam, termasuk para ulama dan penguasa, seakan-akan tidak peduli akan kepentingan menyelesaikan permasalahan ini. Bahkan mereka menganggapnya sebagai hal yang biasa dan mustahil diselesaikan. Padahal, p...

Jika...

Jika hari ini Allah memberi kebahagiaan, maka bersyukur merupakan bentuk ketaatan kepada-NYA. Jika hari ini Allah memberi kelapangan rizki, maka berbagi merupakan bentuk syukur kepada-NYA. Jika hari ini Allah memberi rasa sakit, maka bersabar merupakan bentuk iman kepada-NYA. Jika hari ini kita dirundung duka, maka ikhlas merupakan bentuk taqwa kepada-NYA karena kehidupan dunia hanya sementara. Semoga Allah senantiasa menetapkan hati kita untuk tetap istiqomah di jalan-NYA..