Skip to main content

Yang Terakhir

Yang terakhir

Seratus dari satu, bukan
Satu dari seratus..
Si perempuan datang ke tempat yang tinggi itu
Peluh keringat keluar dari badannya yang lesu, loyo, tapi kuat
Entah apa yang dicari
Cuma cerita yang beda dari biasa

Kini dia diantar dengan debu-debu
Melihat bintang-bintang di daratan yang tinggi itu
Melihat Ranu Kumbolo yang menyejukkan, ini surga..
Ada rasa yang bergejolak, tapi angin tetap melembut

Si perempuan itu
Penuh tanda tanya, apa?
Dia diam saja..tidak bicara..

Titik-titik terang di hitam dekat
Menghibur si perempuan
Ini mungkin yang terakhir

Tapi tetap kawan hibur

diterima tgl 6 September 2012

#KH

Comments

Popular posts from this blog

Berlaku Pula Untuk Penentuan Idul Adha.

MELIHAT SABIT MENJELANG RAMADHAN (RU'YATUL HILAL) Antara Hisab, Rukyat, Rukyat Lokal dan Rukyat Global (Tulisan daur ulang) Pendahuluan Sebagaimana biasa, dari tahun ke tahun kedatangan bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, senantiasa disambut hangat oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Di bulan ini, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi setiap amal sholeh yang dikerjakan. Di bulan ini pula terdapat malam ‘lailatul qadar’ yang nilainya setara dengan seribu bulan. Subhanallah ! Namun sayang, di samping kegembiraan itu, kedatangan Ramadhan sampai saat ini masih saja menyisakan keprihatinan, mengingat ‘kebiasaan’ kaum muslimin untuk berbeda dalam mengawali dan mengakhiri Ramadhan seolah tak pernah terselesaikan. Yang lebih menyedihkan, sebagian umat Islam, termasuk para ulama dan penguasa, seakan-akan tidak peduli akan kepentingan menyelesaikan permasalahan ini. Bahkan mereka menganggapnya sebagai hal yang biasa dan mustahil diselesaikan. Padahal, p...

Kata Tak Sampai

27 Desember 2005 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah .. syukur ini setulus-tulusnya kupersembahkan keHadirat Allah, Raja Manusia. Gue bisa ngeliat en baca Om edisi 17 plus (plus lama). Akhirnya .. ternyata masih idup juga nih Om. Kirain udah diTahlil-in .. kalo ngga udah dikenang 40 hari-nya. Asli seneng banget deh. Hari-hari gue ceria lagih. Jam 08 pagi .. di depan monitor 14’ yang VGA-nya cumin bisa 16 bit color, yang disebelahnya nangkring Sipiyu (baca: CPU) nya Pentium 2 kapasitasnya 4 Gygabyte yang itupun isinya desek-desekan antara file master, aplikasi, data setingan sama gim..orang-orang ama gue nyebutnya si Abah (hari gini Pentium 2 ! –nyesek engga luh dikatain gitu) Temen gue (Pengedar Om) kemaren sore-sore ujug-ujug dateng terus ngomong : “Meng, gue pinjem duit goceng ..Buat ongkos ke si Mia (Bandar Om di Bogor) .. Mau ngambil Om yang baru!.” Kayak yang dihipnotis, ngedenger kata-kata “Om baru” dengan reflek dan otomatis tapi masih sadar sie, gue langsung mer...

Curug Ciorok

Curug Ciorok.. Curug = Air Terjun,  Orok = Bayi tapi soal penamaan saya gak tahu pasti apa yang jelas Add Classic melihat plang nya sudah seperti itu... :) kalo Anda browsing,, Curug Ciorok atau Curug Orok,, yang tampil adalah gambar atau foto Curug Orok di Garut yang sudah terkenal itu.. tapi awas jangan keliru ini ada di Bogor tepatnya di Kampung Pasir Pogor Desa Cipelang Kecamatan Cijeruk Kab. Bogor. Kaki Gunung Salak. 2 Agustus 2014, kami berencana untuk mengunjungi Curug Ciorok ini, kami tidak ada yang tahu sebelumnya namun bukan berarti nekat juga kami mengumpulkan informasi dengan bertanya kepada warga setempat. Kami disini adalah selain saya ikut juga Add Classic, beserta istrinya Teh Utie Classic, Agus Setiawan dan Algi Aziz Fauzi. Dalam perjalanan kami bertemu dengan 6 orang anak-anak. 2 orang murid SMP dan 4 orang murid SD yang sedang bermain di sebuah pos,, setelah berbincang-bincang akhirnya kami bergabung menjadi 11 orang. Teman perjalana...