Skip to main content

BUKAN KARENA TAKUT KEPADA ISTERI

(1) Suami yang mencuci baju sendiri  bukan karena ingin menyenangkan istrinya, bukan karena takut tangan  isteri menjadi kasar, tapi KARENA Rasulullah MELAKUKANNYA. 


(2) Suami tidak bersuara keras pada istri bukan karena takut dengan isterinya akan marah dan pergi dari rumah, tapi KARENA Rasulullah MELAKUKANNYA.

(3) Suami sabar dan diam ketika istri menuntut hal-hal di luar batas kemampuannya bukan karena takut  ditinggalkan sang isteri, tapi KARENA Rasulullah MELAKUKANNYA.

(4) Suami tersenyum melihat istrinya cemburu kepada perempuan lain bukan karena takut kepada isterinya, tapi KARENA Rasulullah MELAKUKANNYA.

(5) Suami memakan masakan istrinya yang kurang enak bukan karena mencoba romantis di depan istri, tapi KARENA Rasulullah MENGHARGAI MASAKAN ISTERINYA.

(6) Suami mengumpulkan sejumlah uang untuk disimpan istri bukan karena bodoh dalam mengatur keuangan, tapi KARENA Rasulullah MELAKUKANNYA.

(7) Suami merawat anak-anaknya yang masih kecil ketika mereka sakit bukan karena ingin menjadi perawat hebat, tapi KARENA Rasulullah MELAKUKANNYA.


Comments

Popular posts from this blog

Berlaku Pula Untuk Penentuan Idul Adha.

MELIHAT SABIT MENJELANG RAMADHAN (RU'YATUL HILAL) Antara Hisab, Rukyat, Rukyat Lokal dan Rukyat Global (Tulisan daur ulang) Pendahuluan Sebagaimana biasa, dari tahun ke tahun kedatangan bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, senantiasa disambut hangat oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Di bulan ini, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi setiap amal sholeh yang dikerjakan. Di bulan ini pula terdapat malam ‘lailatul qadar’ yang nilainya setara dengan seribu bulan. Subhanallah ! Namun sayang, di samping kegembiraan itu, kedatangan Ramadhan sampai saat ini masih saja menyisakan keprihatinan, mengingat ‘kebiasaan’ kaum muslimin untuk berbeda dalam mengawali dan mengakhiri Ramadhan seolah tak pernah terselesaikan. Yang lebih menyedihkan, sebagian umat Islam, termasuk para ulama dan penguasa, seakan-akan tidak peduli akan kepentingan menyelesaikan permasalahan ini. Bahkan mereka menganggapnya sebagai hal yang biasa dan mustahil diselesaikan. Padahal, p...

Jika...

Jika hari ini Allah memberi kebahagiaan, maka bersyukur merupakan bentuk ketaatan kepada-NYA. Jika hari ini Allah memberi kelapangan rizki, maka berbagi merupakan bentuk syukur kepada-NYA. Jika hari ini Allah memberi rasa sakit, maka bersabar merupakan bentuk iman kepada-NYA. Jika hari ini kita dirundung duka, maka ikhlas merupakan bentuk taqwa kepada-NYA karena kehidupan dunia hanya sementara. Semoga Allah senantiasa menetapkan hati kita untuk tetap istiqomah di jalan-NYA..

Curug Ciorok

Curug Ciorok.. Curug = Air Terjun,  Orok = Bayi tapi soal penamaan saya gak tahu pasti apa yang jelas Add Classic melihat plang nya sudah seperti itu... :) kalo Anda browsing,, Curug Ciorok atau Curug Orok,, yang tampil adalah gambar atau foto Curug Orok di Garut yang sudah terkenal itu.. tapi awas jangan keliru ini ada di Bogor tepatnya di Kampung Pasir Pogor Desa Cipelang Kecamatan Cijeruk Kab. Bogor. Kaki Gunung Salak. 2 Agustus 2014, kami berencana untuk mengunjungi Curug Ciorok ini, kami tidak ada yang tahu sebelumnya namun bukan berarti nekat juga kami mengumpulkan informasi dengan bertanya kepada warga setempat. Kami disini adalah selain saya ikut juga Add Classic, beserta istrinya Teh Utie Classic, Agus Setiawan dan Algi Aziz Fauzi. Dalam perjalanan kami bertemu dengan 6 orang anak-anak. 2 orang murid SMP dan 4 orang murid SD yang sedang bermain di sebuah pos,, setelah berbincang-bincang akhirnya kami bergabung menjadi 11 orang. Teman perjalana...